INFOBLORA.ID - Seiring dengan upaya menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan menyenangkan bagi siswa.
Pada Tahun 2025, penerapan model deep learning
dalam kurikulum menjadi salah satu fokus utama dalam dunia pendidikan.
Hal ini dikemukakan oleh Slamet Dwi Cahyono,
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Blora.
Pihaknya menekankan pentingnya pembelajaran
yang inovatif guna memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa.
Dikatakannya, tidak ada perubahan pada
kurikulum, hanya saja konteks pembelajarannya disesuaikan agar lebih
menyenangkan.
Menurutnya, Guru harus mampu menciptakan
suasana kelas yang menarik sehingga siswa lebih antusias dalam belajar.
Slamet menerangkan model deep learning yang
mulai diterapkan dalam kurikulum bertujuan untuk memberi ruang bagi siswa dalam
mengembangkan bakat dan minat mereka.
Pendekatan ini memungkinkan siswa lebih bebas
mengekspresikan diri tanpa tekanan, sehingga proses belajar menjadi lebih alami
dan tidak kaku.
Pembelajaran yang menyenangkan adalah tujuan
utama dari deep learning. Dengan pendekatan ini, siswa bisa belajar dengan
lebih leluasa dan tanpa merasa tertekan, sehingga hasilnya pun lebih maksimal.
Walaupun tidak ada perubahan besar dalam
struktur kurikulum, penerapan deep learning akan menyempurnakan metode
pengajaran yang ada.
Dengan demikian, siswa tetap mendapatkan
kualitas pembelajaran yang optimal, namun dengan cara yang lebih menarik dan
interaktif.
Slamet juga mengungkapkan bahwa sosialisasi
mengenai penerapan model ini sudah mulai dilakukan di tingkat Sekolah Dasar
(SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain melalui pelatihan langsung, pemerintah
juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung implementasi kurikulum ini.
Salah satu platform yang digunakan adalah Info
GTK, sebuah laman informasi bagi satuan pendidikan dan guru.
Dengan adanya platform ini, guru dapat lebih
fleksibel dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan model deep
learning.
0 komentar:
Posting Komentar