INFOBLORA.ID - Jika biasanya penanda buka puasa adalah suara azan magrib, namun berbeda dengan yang ada di kota Blora, Jawa Tengah. Waktu penanda buka puasa diawali menggunakan suara sirine yang berdiri di atas tiang di kompleks Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.
Warga setempat sudah tidak asing lagi dengan
suara sirine yang ada di depan kompleks Pendopo Kabupaten ini akan dibunyikan
setiap hari selama bulan Ramadan.
Sirine itu dibunyikan sehari dua kali, yaitu
pada saat memasuki waktu imsak dan saat berbuka puasa atau memasuki waktu
magrib di wilayah Kabupaten Blora.
Sirine peninggalan zaman Belanda yang masih
berdiri kokoh ini awalnya berfungsi sebagai penanda jika ada musuh datang.
Sirine itu kini beralih fungsi sebagai penanda berbuka puasa.
Kebanyakan warga Blora menyebut suara sirine
ini dengan istilah "nguk" yakni sesuai dengan suara yang dikeluarkan.
Salah satu petugas yang bertugas membunyikan
sirine tersebut, Fajardika mengatakan, sirine ini tidak bisa dibunyikan lama.
Menurutnya, dibunyikan selama kurang lebih dua menit, karena kalau terlalu lama
bisa korsleting.
Kini sirine tersebut oleh Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Blora dijadikan sebagai penanda waktunya berbuka puasa dan imsak
sahur. Tiang sirine ini tingginya 15 meter dan terbuat dari besi. Bagian
atasnya berbentuk bulat yang berisi sejumlah kumparan.
Berbagai sumber mengatakan sirine tersebut
mulai dijadikan penanda buka puasa dan imsyak sejak tahun 1979, namun karena
usianya yang sudah tua kini kekuatan suara sirine sudah mulai melemah.
Kini suara hanya bisa terdengar sejauh radius
lima kilometer saja. Padahal awalnya suara sirine tersebut bisa terdengar
sampai sejauh 15 kilometer bahkan bisa melebihi dari radius tersebut.
Setiap puasa ada petugas yang melakukan pengecekan
dan membunyikan sirine tersebut.
Sementara itu salah satu warga Blora, Adi
Satriyo mengaku dengan adanya sirine yan berbunyi saat berbuka dan imsak ini
sangat membantu bagi warga, sebab bunyi sirine tersebut seolah mengingatkan
bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.
Bunyi sirine ini selalu mendahului suara azan
maghrib dari masjid mana pun yang ada di Blora. Jadi masyarakat tahu jika sudah
waktunya berbuka
Setelah sirine berbunyi, Masjid Agung
Baitunnur seketika langsung mengumandangkan azan maghrib, dan azan maghrib
Masjid Agung Baitunnur ini menjadi rujukan bagi masjid-masjid dan musala
lainnya di Blora untuk segera mengikuti mengumandangkan azan.
Selama bulan Ramadan, setiap sore mendekati
waktu berbuka suara sirine itu selalu dirindukan seluruh warga Blora. Hal ini
menjadi salah satu ciri khas nuansa Ramadan di Kota Blora.
Bahkan konon bunyi sirine itu bisa terdengar
lebih jauh misalnya sampai Kecamatan Tunjungan dan lainnya. Atau di desa-desa
pelosok di wilayah Kecamatan Kota.
0 komentar:
Posting Komentar